Jumat, 05 Oktober 2012

Tips Menyiapkan Makanan untuk Anak dengan ADHD

Sebelum mengetahui lebih banyak tentang diet untuk anak-anak ADHD, ada baiknya untuk sekilas kita mengenal tentang ADHD terlebih dahulu.
ADHD atau ‘Attention Deficit Hyperactivity Disorder’ pada dasarnya termasuk dalam gangguan perkembangan neurokimia.
ADHD membuat seorang anak menjadi sulit berkonsentrasi dan menyebabkan hiperaktivitas.
Penyebab kondisi ini merupakan kombinasi dari faktor biologis dan masalah genetika yang disertai dengan kurangnya perhatian orang tua.
Beberapa gejala utama ADHD meliputi ceroboh, tidak perhatian, kurang konsentrasi, pelupa, gelisah, berbicara tanpa henti, tidak sabar, perilaku agresif, dll.
Anak dengan ADHD perlu mendapatkan asupan makanan yang tepat untuk mengendalikan kondisi ini.
Diet ADHD
Diet atau makanan merupakan faktor penting yang menunjang pengobatan ADHD.
Makanan yang tepat membantu otak untuk lebih mudah berkonsentrasi, terfokus, dan terorganisir.
Diet ADHD harus bebas dari semua makanan penyebab alergi yang mungkin dialami oleh seorang anak.
Makanan yang menyebabkan alergi tidak hanya menyebabkan efek negatif pada perkembangan anak namun juga pada kesehatan secara keseluruhan.
Beberapa makanan penyebab alergi diantaranya adalah susu, telur, ikan tinggi merkuri, makanan dengan pewarna, penyedap, pengawet, pemanis buatan, makanan aditif seperti salisilat dan natrium benzoat, dll.
Makanan juga harus mengandung semua vitamin yang dibutuhkan serta suplemen jika diperlukan.
Makanan sebaiknya juga disajikan sedemikian rupa sehingga menarik perhatian anak untuk mau memakannya.
ADHD menyebabkan seorang anak menjadi rewel dan pemilih perihal apa saja yang hendak dimakannya.
Berikut adalah beberapa faktor yang harus diperhatikan tentang diet ADHD untuk balita dan anak-anak.
Menyeimbangkan Karbohidrat dan Protein
Memberikan makanan berprotein tinggi seperti kacang-kacangan, telur (jika tidak alergi), dan daging merupakan pilihan terbaik bagi anak ADHD.
Memberikan karbohidrat kompleks yang bersumber dari sayuran dan buah-buahan seperti apel, pir, kiwi, jeruk, dll merupakan pilihan yang bijak.
Cobalah memberikan buah-buahan tersebut kepada anak-anak di malam hari. Karbohidrat kompleks menginduksi tidur sehingga membantu anak mendapatkan istirahat yang cukup.
Jangan pernah memberikan terlalu banyak karbohidrat sederhana seperti permen, gula, tepung, dan kentang karena akan menyebabkan kenaikan kadar gula tubuh.
Konsumsi gula dipercaya memperburuk kondisi ADHD dan bisa memicu masalah kekurangan gizi.
Sertakan Nutrisi yang Cukup
Nutrisi seperti asam lemak esensial omega-3 dan semua jenis vitamin serta mineral yang dibutuhkan harus dimasukkan dalam rencana diet untuk anak dengan ADHD.
Jika diperlukan, beri anak suplemen vitamin dan mineral jika tidak cukup mendapatkannya dari makanan.
Beberapa substansi yang dibutuhkan antara lain zat besi, ferritin, asam amino, asam organik, vitamin B kompleks, seng, dan magnesium.
Menghilangkan Alergen Makanan
Setiap anak memiliki sensitivitas berbeda terhadap jenis makanan yang mungkin menyebabkan alergi.
Makanan penyebab alergi harus dihindari karena menyebabkan efek buruk pada perkembangan anak dan pengobatan ADHD.
Beberapa makanan yang dapat menyebabkan alergi diantaranya adalah kacang tanah, telur, tepung terigu, keju, susu dan produk susu, gula, cokelat, jagung, dan kedelai.
ADHD tidak bisa ‘disembuhkan’, namun bisa dikontrol dengan pengobatan, terapi, dan asupan makanan yang tepat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar