Jumat, 05 Oktober 2012

4 Penyebab ADHD Pada Anak-Anak

Attention Deficit Hyperactivity Disorder adalah kondisi yang mempengaruhi kemampuan anak untuk berkonsentrasi.
Anak yang mengalami ADHD juga cenderung pelupa dan hiperaktif.
Kelainan ini paling sering terjadi pada masa kanak-kanak, tetapi mungkin juga terdiagnosa pada orang dewasa.
ADHD adalah gangguan perilaku umum yang mempengaruhi sekitar 8% hingga 10% anak usia sekolah.
Anak laki-laki berpeluang mengalami ADHD sekitar tiga kali lebih besar dibandingkan anak perempuan.
Anak-anak dengan ADHD bertindak tanpa berpikir, hiperaktif, dan mengalami kesulitan fokus (konsentrasi).
ADHD membuat seorang anak tidak bisa duduk diam, memperhatikan pelajaran, atau memahami detail.
Penyebab ADHD
Terdapat beberapa penyebab Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) pada anak-anak, yang sebagian besar berasal dari aspek biologis.
Meskipun dalam beberapa kasus orang tua turut berperan, namun diyakini bahwa perubahan struktur otak menjadi salah satu alasan yang dominan.
Berikut adalah beberapa penyebab ADHD:
1. Kelainan anatomi otak
Anak-anak yang didiagnosis ADHD memiliki perbedaan dalam fungsi otak dibandingkan dengan rekan-rekan mereka.
Otak memiliki bahan kimia yang disebut neurotransmiter yang berperan dalam proses interaksi sel-sel yang ada di otak.
Pada ADHD, neurotransmiter yang disebut dopamin cenderung tidak berfungsi sehingga mengakibatkan konsekuensi yang tidak diinginkan seperti impulsif, kurang konsentrasi, dan hiperaktif.
Seorang anak dengan ADHD juga cenderung memiliki volume otak lebih kecil dibanding anak usia sebaya.
2. Genetik
ADHD diyakini akan diwariskan dari orang tua yang mengalami kelainan serupa.
Satu dari empat anak yang didiagnosis ADHD memiliki kerabat dengan gangguan serupa.
ADHD juga lebih sering ditemukan pada anak kembar identik.
3. Faktor Ibu
Ibu hamil yang memiliki kebiasaan merokok mempertinggi resiko memiliki anak dengan ADHD.
Demikian juga, mengkonsumsi alkohol atau obat lain selama periode kehamilan dapat menghambat aktivitas neuron yang memproduksi dopamin.
Wanita hamil yang terpapar racun kimia seperti polychlorinated biphenyls juga berpotensi memiliki anak ADHD.
Bahan kimia ini banyak digunakan dalam industri pestisida.
Konsumsi obat-obatan terlarang seperti kokain terbukti pula menghambat pertumbuhan normal reseptor otak.
Orang tua yang selalu mengkritik anak dan sering menghukum untuk kesalahan-kesalahan kecil juga bisa memicu munculnya perilaku ADHD.
4. Faktor Lingkungan
Paparan racun pada anak dari lingkungan seperti timbal dan polychlorinated biphenyls dikhawatirkan akan memicu ADHD.
Faktor lingkungan lain yang mungkin berkontribusi diantaranya adalah polusi, bahan makanan yang memiliki warna buatan, dan paparan sinar neon.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar